CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 16 Oktober 2012

Evaluasi Pembelajaran Sekolah Dasar Kelas rendah


BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Bahasa Indonesia merupakan materi pokok yang diajarkan disekolah dasar. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia anak mempelajari dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Hal ini di maksudkan agar anak dapat berbahasa dengan baik dan benar. Perlulah guru sebagai pendamping anak di dalam kelas tidak hanya mengajarkan teori-teori saja melainkan juga perlu adanya praktek yang berguna bagi diri anak baik kini maupun di masa yang akan datang.
     Dalam rangka meningkatkan kemampuan anak dalam mempelajari Bahasa Indonesia maka perlu adanya evaluasi. Evaluasi merupakan suatu proses di mana seseorang guru menggunakan informasi yang diturunkan dari beberapa sumber informasi agar dapat mencapai tingkat pengambilan keputusan dengan baik. Dalam melakukan keputusan, diperlukan data hasil pengukuran dan informasi hasil penilaian selama dan setelah kegiatan belajar mengajar.Dengan adanya evaluasi maka anak diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mendalami pembelajaran Bahasa Indonesia dan dapat dipergunakan untuk memperbaiki dan memajukan kemampuan dalam berbahasa.

B.            Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian penilaian proses dan penilaian hasil belajar bahasa Indonesia?
2.    Apa saja teknik dan bentuk penilaian bahasa Indonesia?

C.           Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui pengertian penilaian proses dan hasil belajar bahasa Indonesia.
2.    Untuk mengetahui teknik dan bentuk penilaian bahasa Indonesia


BAB II
PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

A.           Penilaian Proses
Penilaian proses adalah penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung
FORMAT PENILAIAN PROSES
Kelas                 :
Pertemuan ke-   :
Hari, tanggal     :
Topik                 :
No.
Nama Siswa
Aspek
Keaktifan
Kerja sama
Kedisiplinan
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Keterangan :
A.           Keaktifan
1 = siswa lebih sering diam pada waktu diskusi dan tanya jawab
2 = siswa aktif pada waktu diskusi (dalam kelompok)
3 = siswa aktif pada waktu bertanya jawab dengan guru (dalam kelas)

B.            Kerjasama
1 = siswa lebih sering diam pada waktu kerja kelompok
2 = siswa mampu bekerjasama dengan teman sebangku
3 = siswa mampu bekerjasama dalam kelompok
C.            Kedisiplinan
1 = siswa membuat keributan sepanjang pelajaran
2 = siswa mampu melakukan tugas sesuai dengan instruksi dalam waktu yang lama
3 = siswa mampu melakukan tugas sesuai dengan instruksi dalam waktu yang sudah ditentukan

B.            Penilaian Hasil
Penilaian hasil adalah  penilaian yang dilakukan di akhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Penilaian ini dilakukan secara formal dalam waktu tertentu secara tertulis dalam bentuk tes objektif.
FORMAT PENILAIAN HASIL
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Kelas                 : III/ 2
Pertemuan ke-   : 4
Hari, tanggal     :
Sub Tema          : Kebutuhan Hidup Manusia
No
Nama
KKM
Ulangan Harian
Keterangan
Perbaikan
Pengayaan
1
5
Lulus/ Tidak lulus
2
5
Lulus/ Tidak lulus
3
5
Lulus/ Tidak lulus
4
5
Lulus/ Tidak lulus
5
5
Lulus/ Tidak lulus
6
5
Lulus/ Tidak lulus
7
5
Lulus/ Tidak lulus
8
5
Lulus/ Tidak lulus
9
5
Lulus/ Tidak lulus
10
5
Lulus/ Tidak lulus
dst
dst

BAB III
TEKNIK DAN BENTUK PENILAIAN BAHASA INDONESIA

Secara garis besar, teknik dan bentuk penilaian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tes dan nontes.
A.           Tes
Tipe pertama adalah tes yang biasanya direalisasikan dengan tes tertulis. Tes ini digunakan utamanya untuk memperoleh data, baik data kuantitatif maupun kualitatif. Tes tertulis juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tes objektif dan tes esai. Tes tertulis digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif pengetahuan secara komprehensif dan fakta penggunaannya. Tes objektif pada umumnya digunakan untuk mengungkap kembali dan mengenal materi yang telah diberikan. Tes ini biasanya diberikan dengan item pertanyaan menghafal sebagai jawaban bebas, melengkapi, dan identifikasi. Bentuk tampilan tes objektif dapat dibedakan menjadi tiga macam tampilan, yaitu: soal salah-benar, pilihan ganda, dan menjodohkan.
Tes esai biasanya digunakan untuk menerangkan, mengkontraskan, menunjukkan hubungan, memberikan pembuktian, menganalisis perbedaan, manarik kesimpulan dan menggeneralisir pengetahuan siswa.
·      Berdasarkan jumlah individu yang dites,
o  Tes individual, sewaktu melaksanakan tes guru hanya menghadapi satu peserta didik.
o  Tes kelompok, yang dihadapi guru adalah sejumlah peserta didik, misalnya ulangan umum.
·      Berdasarkan jawaban yang dikehendaki yang diberikan peserta didik,
o  Tes perbuatan, tes yang menuntut respon peserta didik berupa tingkah laku yang melibatkan gerakan otot, tes kinerja, performansi.
o  Tes verbal, menghendaki jawaban peserta didik yang berbentuk bahasa yang berisi kata-kata dan kalimat, misalnya menunjukkan gagasan pokok suatu paragraf.
·      Berdasarkan penyusunannya,
o  Tes buatan guru, adalah tes yang dibuat oleh guru kelas itu sendiri, untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik mencapai kompetensi setelah berlangsungnya proses pembelajaran yang dikelola oleh guru kelas yang bersangkutan.
o  Tes standar, tes tersebut dikerjakan oleh semua peserta didik dengan mengikuti petunjuk yang sama dan dalam batasan yang sama pula, misalnya Ujian Nasional.

B.            Non Tes
Bentuk kedua suatu adalah alat non tes. Alat nontes ini digunakan untuk mengevaluasi penampilan dan aspek-aspek belajar afektif dari siswa. Ketepatan nontes perlu diperhatikan oleh guru, karena seringkali dalam penggunaan evaluasi memerlukan pertimbangan subjektivitas yang dapat menghasilkan penilaian yang mungkin bervariasi di antara dua orang guru. Alat nontes kadang ada yang menggunakan pengukuran, tetapi juga ada yang tidak menggunakannya, sebagai contoh observasi, wawancara, bentuk laporan, teknik audio visual, dan teknik sosiometri.
1.    Penilaian Produk
·      Pengertian
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk.
·      Teknik Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik :
1)   Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.
2)   Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
2.    Penilaian Portofolio
·      Pengertian
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik yang dikumpulkan dari waktu ke waktu dari proses pembelajaran dan membandingkan hasil setiap karya tersebut. Dan pada setiap hasil karya peserta didik diungkapkan kekuatan dan kelemahannya, sehingga peserta didik memiliki catatan-catatan yang dapat memperbaiki hasil karyanya.

·      Teknik Penilaian Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1)            Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh pendidik untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya.
2)            Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda.
3)            Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di satuan pendidikan.
4)            Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
5)            Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Contoh, Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan sistematika penulisan. Dengan demikian, peserta didik mengetahui harapan (standar) yang ditetapkan dan berusaha mencapai standar tersebut.
6)            Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Pendidik dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya.
7)            Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki.
8)            Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu, undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya.

3.    Penilaian Kinerja
·      Pengertian
Penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: bermain peran, membaca puisi/ deklamasi dan lain-lain. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
·      Teknik Penilaian Unjuk Kerja
Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut:
o  Daftar Cek (Check-list)
Pengambilan data penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya-tidak).
o  Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian kinerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten, 2 = cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten.

C.           Secara ringkas teknik dan bentuk penilaian dapat digambarkan sebagai berikut:

BAB IV
KESIMPULAN

1.      Penilaian proses adalah penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Penilaian hasil adalah  penilaian yang dilakukan di akhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana  kemampuan siswa terhadap materi yang telah dipelajari
2.      Secara garis besar, teknik dan bentuk penilaian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tes dan nontes.
·         Tes
-          Berdasarkan jumlah individu yang dites
-          Berdasarkan jawaban yang dikehendaki yang diberikan peserta didik
-          Berdasarkan penyusunannya
·    Non tes
-       Penilaian produk
-       Penilaian portofolio

DAFTAR PUSTAKA

Adisusilo, Sutarjo. Diktat Pengembangan Penilaian Proses dan Hasil Belajar.
Churiyah, Yahya, M.Pd. Diktat Penilaian Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Rendah.
Kurniawan, Endang, dkk. 2009. Modul Suplemen KKG – Penilaian. Jakarta: Depdiknas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar